Rumus Kimia Deterjen dan Sabun

OLEH: SHEVA AMANDA @Ro2-Sheva

NIM: 41620010002

 

PENGARUH ZAT INDUSTRI KIMIA SABUN DAN DETERJEN 

 

ABSTRAK

Penelitian ini mengunakan metode pembahasan analisa mulai dari latar belakang masalah yang memfokuskan pada aktivitas perindustrian yang mengacu pada industri sabun dan deterjen beserta bahan bahan pembuataannya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dari pembuatan sabun dan deterjen yang dapat merusak lingkungan.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan perindustrian dapat berpengaruh besar terhadap peningkatan pencemaran lingkungan yang diakibatkan dari limbah hasil industri

Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa diharuskan untuk saling bekerja sama antara pekerja pabrik industri kimia ini dengan masyarakat di lingkungan sekitar. Sehingga akan terciptanya lingkungan bersih  dan dapat menjalankan kegiatannya masing masing dengan nyaman

Kata kunci: industri, limbah, pencemaran

 

 

PENDAHULUAN

Industri kimia merujuk pada suatu industri yang terlibat dalam produksi zat kimia. Industri ini menggunakan proses kimia, termasuk reaksi kimia untuk membentuk zat baru, pemisahan berdasarkan sifat seperti kelarutan atau muatan ion, distilasi, transformasi oleh panas, serta metode-metode lain. Terdpat beberapa produk rumah tangga yang dikategorikan sebagai hasil dari industri kimia yaitu industri sabun dan deterjen.

Sabun adalah produk yang digunakan sebagai pembersih dengan media air. Detergen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding dengan sabun, detergen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air.

Pada perkembangan industri ini produk sabun dan detergen sudah diciptakan ke berbagai bentuk seperti dalam bentuk cair dan padat. Masing-masing bentuk tentunya mempunyai keuntungan tersendiri diberbagai sarana public. Tidak hanya itu saat sini sudah banyak berbagai macam merek sehingga masyarakat dapat memilih sesuai dengan kemauannya. Produk sabun dan deterjen memiliki beberapa kandungan yang sesuai dengan fungsinya. Pada pembuatan sabun dan deterjen, terjadi beberapa proses dan reaksi yaitu

1.       Saponifikasi Lemak Netral

 

 

2.Pengeringan Sabun >> vakum spraydrye

3.Netralisasi AsamLemak

 

 

PERMASALAHAN

Seperti yang kita tahu, sabun dan deterjen adalah sebuah produk yang sering digunakan sehari hari. Pada dasarnya, sabun digunakan untuk membersihkan badan saat mandi. Sabun biasanya terdiri dari pelembab dan kandungan pembersih yang bekerja sama untuk melembutkan kulit dan membersihkan kotoran pada tubuh. Namun terdapat kandungan kimia pada sabun seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) Bahan ini tergolong korosif atau mengikis lapisan pelindung kulit kita, bahkan ada studi yang membuktikan bahwa bahan ini bisa masuk hingga jauh ke dalam jaringan kulit dan organ. 

Seiring dengan peningkatan industri kimia ini tidak menutup kemungkinan juga terjadinya peningkatan jumlah limbah yang di hasilkan. Limbah yang dihasilkan ini dapat memberikan dampak negatif terhadap sumber daya alam dan lingkungan, seperti gangguan pencemaran alam dan pengurasan sumber daya alam, yang nantinya dapat menurunkan kualitas lingkungan antara lain pencemaran tanah, air, dan udara jika limbah tersebut tidak diolah terlebih dahulu. Karena limbah ini mengandung bahan kimia yang mengadung zat zat yang berbahaya. Limbah yang sering ditemukan di lingkungan berasal dari deterjen yang digunakan oleh manusia sebagai bahan pembersih dirumah tangga. Beberapa jenis deterjen mengadung ABS (alkyl benzene sulphonate) yang merupakan zat yang tergolong keras dan sukar dirusak oleh mikroorganisme (nonbiodegradable) sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. pencemaran akibat deterjen mengakibatkan timbulnya bau busuk. Bau busuk ini berasal dari gas NH3 dan H2S yang merupakan hasil proses penguraian bahan organik lanjutan oleh bakteri anaerob.

 

PEMBAHASAN

Peningkatan pada bidang industri boleh saja terjadi namun kegiatan ini juga harus diseimbangkan dengan kelestarian lingkungan agar tidak tercemar akibat hasil dari perindustrian tersebut. Pencemaran lingkungan akibat limbah sabun dan deterjen sangat meresahkan masyarakat. Maka dari itu terdapat beberapa cara untuk mengurangi pencemaran akibat limbah industri kimia yaitu dengan Penggunaan alat Trickling Filter, alat ini digunakan untuk meningkatkan kontak dari air limbah dengan mikroorganisme pemakan bahan-bahan organik yang mengambil oksigen untuk metabolismenya dapat dipergunakan sebagai pengolahan limbah deterjen. Selain itu terdapat Cara yang paling sederhana mengatasi pencemaran air limbah yaitu dengan menanami selokan dengan tanaman air yang bisa menyerap zat pencemar. Tanaman yang bisa digunakan, antara lain jaringao, Pontederia cordata (bunga ungu), lidi air, futoy ruas, Thypa angustifolia (bunga coklat), melati air, dan lili air. Cara ini sangat mudah, tapi hanya bisa menyerap sedikit zat pencemar dan tak bisa menyaring lemak dan sampah hasil dapur yang ikut terbuang ke selokan.

 

KESIMPULAN

Detergen merupakan salah satu polutan air yang harus dihilangkan atau diminimalisir penggunaannya. Karena terdapat zat zat kimia berbahaya di dalam deterjen. Risiko deterjen yang paling ringan pada manusia berupa iritasi (panas, gatal bahkan mengelupas) pada kulit terutama di daerah yang bersentuhan langsung dengan produk. Hal ini disebabkan karena kebanyakan produk deterjen yang beredar saat ini memiliki derajat keasaman (pH) tinggi. Maka dari itu kita sebagai masyrakat  yang terkena dampak akan perkembangan industri ini harus dengan pandai mengatasi hal hal yang dapat merugikan banyak orang

 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/40006506/Proses_Industri_Detergen_dan_Sabun (dikutip pada Kamis, 29 Oktober pukul 24.00 WIB)

https://id.wikipedia.org/wiki/Sabun (dikutip pada Kamis, 29 Oktober pukul 24.00 WIB)

https://id.wikipedia.org/wiki/Detergen (dikutip pada Kamis, 29 Oktober pukul 24.00 WIB)

https://viidislamlovers.wordpress.com/2012/11/24/proses-pembuatan-sabun-dan-detergent/  (dikutip pada Kamis, 29 Oktober pukul 24.00 WIB)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia mengenai hak asasi manusia

Globalisasi: pengaruh gaya hidup kebarat baratan pada masyarakat Indonesia